Sell your ad space with BidVertiser
Follow me on Academia.edu
Loading

Recent Posts

Jual Software Program Rumah Sakit

No comments

Proposal Penawaran

Seorang entrepreneur software rumah sakit yang telah memiliki pengalaman panjang di bisnis software database rumah sakit, saat ini tengah menawarkan proposal penawaran software rumah sakit kepada khalayak umum terutama institusi rumah sakit atau perusahaan software house.

Apa yang menjadi latar belakang proposal penawaran source code software rumah sakit tersebut?, "Saya sudah waktunya pensiun dari bisnis rumah sakit, untuk fokus ke bisnis lain, seperti Anda ketahui bahwa bisnis software database rumah sakit itu identik dengan harus bekerja jauh dari keluarga", jawabnya.


may day 2015
Namun hal paling utama dengan mengambil momentum "may day 2015" - hari buruh internasional, keputusan artikel proposal penawaran jual source code software program ini sebagai wujud unjuk rasa protes satu tahun pencopotan marsonline dari operasional Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS), tanpa ada pemberitahuan dan dilakukan sepihak, dengan kesan kuat tindakan "semena-mena". Kejadian satu tahun lalu telah berhasil mematikan bisnis software program marsonline, dan berujung keputusan untuk menjual source code software sistem informasi rumah sakit, yang saat ini bernama "marsonline".

Sebagai informasi bahwa marsonline terlahir dari sebuah ide usaha untuk menyediakan alat bantu operasional rumah sakit berbahasa Indonesia, yang pada awal tahun 2000 belum tersedia di pasaran.

Pada awal tahun 2000, ide usaha diwujudkan dalam bentuk proposal penawaran pembangunan software program rumah sakit, disebarkan ke berbagai perusahaan teknologi informasi piranti lunak. Dari sekian banyak perusahaan ternyata ada yang memberikan tanggapan positif, yakni PT. Myoh Dot Com, yang memiliki produk unggulan utama berupa sistem software bidang bisnis perhotelan. Singkat cerita akhirnya terbentuk satu anak perusahaan baru, yang diberi nama PT. Marsonline dengan tugas utama membuat produk software program khusus bidang bisnis rumah sakit.

Namun belum genap dua tahun dari kelahiran PT. Marsonline, ternyata perjalanan bisnis induk perusahaannya yakni PT. Myoh Dot Com mengalami kesulitan finansial, membawa imbas dampak ke semua anak perusahaan yang dibawahinya. Kekuatan finansial PT. Marsonline yang belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk menghidupi diri, berakhir dengan ditutupnya perusahaan PT. Marsonline, dan selanjutnya marsonline menjadi sebuah nama produk software rumah sakit yang dalam perjalanan bisnisnya dikerjakan secara independen dengan memakai payung perusahaan lain.

Bagaimana marsonline bisa masuk ke jajaran bisnis rumah sakit Siloam Hospitals Group?. Untuk memberikan jawaban pas tentang pertanyaan itu, adalah bahwa marsonline bisa masuk ke salah satu institusi rumah sakit dibawah Siloam Hospitals Group, karena ada berkah "Tangan Tuhan". ...Lha kok bisa?, namun begitulah kondisi kenyataannya.

Untuk bisa masuk ke sebuah institusi besar sekelas Siloam Hospitals Group, tentu pasti tidak mudah, tidak gampang dan tidak mungkin bagi produk software program rumah sakit dari vendor pengembang independen dimana perusahaan berbadan hukum-pun tidak dimilikinya.

Tapi kenyataan bahwa sejak tahun 2007 hingga saat waktu artikel ini diterbitkan, produk marsonline masih mampu membuktikan kehandalan dan keunggulan manfaatnya, sebagai alat bantu utama operasional pada salah satu cabang rumah sakit Siloam Hospitals Group di kota Balikpapan - Kalimantan Timur.

Apabila pada kenyataan berikutnya, kelak suatu waktu produk sistem marsonline harus dicopot, maka dipastikan dasar keputusan pencopotan tersebut, bukan karena kehandalan produk sistem marsonline "diragukan" oleh jajaran manajemen Siloam Hospitals Group, melainkan dikarenakan bahwa sejak awal Siloam Hospitals Group, telah memiliki tim hebat yang terdiri dari para profesional berlatar belakang pendidikan bertaraf internasional, dengan tugas khusus membuat produk software program rumah sakit dengan alur ketentuan kultur bisnis, sesuai kultur bisnis internal group perusahaan besar tersebut.

Bagaimana berkah Tangan Tuhan, membuat marsonline mampu bertahan unjuk kehandalan manfaat, sebagai alat bantu utama operasional di salah satu jajaran grup bisnis rumah sakit swasta terbesar di tanah air itu?. Di awali pada tahun 2007, produk software program sistem marsonline menjadi pilihan terbaik untuk penunjang utama sistem informasi rumah sakit, pada saat itu bernama Rumah Sakit Balikpapan Husada (RSBH).

Hingga tahun 2010, bisnis rumah sakit RSBH di akuisisi Siloam Hospitals Group, berubah nama menjadi Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP). Suatu hal wajar setelah proses akuisisi, dilanjutkan proses merubah semua kondisi tradisi kultur bisnis rumah sakit lama, menjadi kultur bisnis rumah sakit Siloam Group.

Perubahan kultur bisnis, dilakukan pada semua sektor unit kerja rumah sakit lama, termasuk didalamnya produk software program sistem informasi rumah sakit yang menjadi tulang punggung operasional rumah sakit lama, dan dipastikan bahwa pada setiap ada proses akuisisi rumah sakit, pasti dilakukan pencopotan dan software program rumah sakit diganti pada saat itu juga. 

Namun berkah Tangan Tuhan, ternyata masih memberikan perlindungan pada produk software program sistem marsonline, karena sesuai kenyataan - luput dari proses pencopotan, karena proses penilaian ternyata produk sistem software program rumah sakit - marsonline memiliki "sesuatu" yang menurut pertimbangan, masih memiliki nilai aset penting untuk tetap dipertahankan.

Salah satu bukti nilai aset penting marsonline untuk tetap dipertahankan, adalah marsonline terbukti memiliki kemampuan adaptasi cepat, terhadap perubahan alur kultur bisnis Siloam Hospitals Group. Hal terakhir terbukti saat Pemerintah memberlakukan sistem BPJS Kesehatan, marsonline mampu beradaptasi dengan cepat dan tidak menimbulkan masalah baru. Kompleksitas kerumitan sistem BPJS Kesehatan tidak hanya pada sistem operasional harian pada unit kerja front office dengan perlakuan clinical pathway plus tarif INA-CBGs nya, melainkan pada sisi back office bagaimana marsonline mampu mengadaptasi diri mengatasi sistem penerbitan jasa medik dokter, dengan kompleksitas kerumitan berbeda-beda dari beragam penanggung biaya medik pasien, diantaranya adalah kelompok pasien peserta BPJS Kesehatan. 

Kini marsonline secara internal mengalami dilematis, karena kemampuan teknis handal harus dipaksa realistis, melihat kemampuan finansial tidak bisa lagi untuk dilanjutkan, harapan disampaikan proposal penawaran - semoga ada pihak memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan produk software program sistem marsonline ikut dalam peran penting menjadi penyedia produk alat bantu operasional sistem informasi rumah sakit di Indonesia.

Harapan proposal penawaran software rumah sakit ini berupa - seandainya ada pihak penyelamat produk software program sistem marsonline, maka dipastikan bahwa dasar keputusannya digerakkan kemampuan hebat tiada tara dari berkah "Tangan Tuhan".

Link tautan : profile entrepreneur jual source code software marsonline.

Statistik Rumah Sakit

No comments

Statistik - Statistics

Pengertian Statistik - statistics
Sekumpulan data bersifat numerik dan kategorikal, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

Rumah Sakit - Hospital
Organisasi unik industri pelayanan kesehatan multi dimensi meliputi jasa pelayanan : profesi medis dengan dukungan peralatan pemeriksaan kesehatan, customer service, pengadaan barang, logistik, Gizi, laundry, dan keperluan akomodasi lainnya.

Pengertian Statistik Rumah Sakit - Hospital Statistics

Informasi hasil pengolahan data operasional dan pengetahuan kinerja pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Tujuan mempelajari Statistik Rumah Sakit - hospital statistics

*     Mengetahui alasan pasien datang berobat
*     Biaya yang dibutuhkan untuk pelayanan terhadap pasien
*     Kualitas pelayanan yang diberikan
*     Berbagai informasi kebutuhan akreditasi
*     Berbagai informasi kebutuhan penanggung biaya pasien
*     Penentuan prioritas pelayanan
*     Mengelola pelayanan dokter spesialis

statistik rumah sakit mortalitas morbiditasKegunaan Eksternal Informasi Statistik Rumah Sakit

*     Penentuan besaran masalah kesehatan
*     Penentuan prioritas masalah
*     Membuat perencanaan program kesehatan
*     Mengadakan evaluasi pelaksanaan program kesehatan
*     Dokumentasi perbandingan periode masa datang
*     Bahan penelitian penguji kebenaran tentang masalah kesehatan yang belum diketahui
*     Bahan penerangan tentang kesehatan kepada masyarakat

Kegunaan Internal Informasi Statistik Rumah Sakit

*     Perencanaan, pemantauan pendapatan dan pengeluaran dari pasien
*     Pemantauan Kinerja Medis
*     Pemantauan kinerja Non Medis

Statistik Rumah Sakit, dibutuhkan oleh

*     Manajemen Rumah Sakit
*     Unit Keperawatan
*     Organisasi pelayanan kesehatan lain
*     Unit Pengelola obat dan alkohol
*     Penelitian pelayanan kesehatan
*     Lembaga pendidikan tenaga kesehatan
*     Badan pengelola akreditasi
*     Pemerintah

Pengumpulan Data Statistik

Jenis Data

*     data rutin
*     data temporer - ad hoc
*     data intern
*     data ekstern primer (langsung dari sumber data)
*     data ekstern sekunder (sudah tersedia)
*     data individu (satu subyek)
*     data agregat (berkelompok)
*     data berpasangan - dependen (repeated measure)

Persyaratan data

*     Reliable - data dapat dipercaya : obyektif sesuai kenyataan, representatif - mewakili
*     Data memiliki manfaat : tepat waktu
*     Data relevan : harus sesuai dengan variable yang diukur
*     Data memiliki validitas dan reliabilitas

Skala Pengukuran

*     Nominal : data kualitatif (kategorikal)
*     Ordinal : Data kuantitatif (kategorikal)
*     Interval : Data kuantitatif (numerik)
*     Rasio : Data kuantitatif (numerik)

Metode pengumpulan data

*     Sensus (populis - bersifat terus menerus)
*     Survey (sample - temporer)
*     Observasi / pengamatan
*     Interview / wawancara
*     Kuesiner
*     Dokumenter
*     Tes / Pengujian
*     Sampling

Sumber Data Kesehatan di Indonesia

Sensus Penduduk

Dilakukan 10 tahun sekali, dipergunakan sebagai keperluan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan program kesehatan, perumahan, pendidikan dan lain-lain.

National Socio - Economic Survey

Dipergunakan sebagai keperluan monitoring status kesehatan, angka fertilitas, angka kriminalitas, perumahan dan lingkungan hidup.

Intercensal Population Survey

Dilakukan 10 tahun sekali diantara dua sensus penduduk, dipergunakan sebagai keperluan estimasi jumlah penduduk, angka kelahiran, angka kematian, morbiditas penduduk, serta keadaan sosio-ekonomi penduduk.

Food Balance Sheet

Dipergunakan untuk mengetahui pola konsumsi pangan penduduk, kebutuhan konsumsi pangan per kapita, distribusi pangan untuk keperluan, ekspor, impor, industri dan domestik.

National Household Healh Survey

Dipergunakan untuk mengetahui data dan informasi mengenai status kesehatan masyarakat meliputi angka kematian kesakitan, fertilitas, kehamilan, fasilitas kesehatan, status gizi anak dan ibu hamil, lingkungan hidup, dan lain-lain.

Epidemic and Communicable Diaseases Report

Dipergunakan untuk mengetahui beberapa penyakit menular yang berifat epidemik, dan sewaktu-waktu dapat menimbulkan wabah penyakit di masyarakat.

Hospital Recording System

Dipergunakan untuk mengetahui data terakhir serta informasi mengenai kegiatan pelayanan, dan fisilitas rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia.

Healthy Manpower Recording and Reporting System

Dipergunakan untuk mengetahui data mengenai jumlah tenaga kerja kesehatan, jumlah sekolah kesehatan dan siswanya, serta mengenai kegiatan pelatihan atau kursus kesehatan.

Consortium of Health Science

Dipergunakan untuk mengetahui data mengenai jumlah fakultas kedokteran dan alumni dokter, untuk perencanaan penempatan tenaga dokter dan pengembangan pendidikan kedokteran.

Penyajian Data Statistik

Ada dua kelompok penyajian data

*     Tabel atau Daftar.
*     Grafik atau Diagram.

Tabel atau Daftar

*     Tabel Baris Kolom
*     Tabel Kontingensi
*     Tabel Distribusi Frekwensi

Contoh Tabel - Baris Kolom
kolom dan baris

Contoh Tabel - Kontingensi
tabel kontingensi

Contoh Tabel - Distribusi Frekwensi
tabel distribusi frekwensi

Grafik atau Diagram

*     Jenis Diagram Batang
*     Jenis Histogram dan Poligon Frekwensi
*     Jenis Diagram Garis
*     Jenis Diagram Linkaran atau Diagram Pastel
*     Jenis Giagram Lambang
*     Jenis Diagram Peta atau Kartogram
*     Jenis Diagram Pencar atau Diagram Titik

Contoh Diagram Batang
diagram batang

Contoh Diagram Garis
diagram garis

Contoh Diagram Lingkaran
diagram lingkaran

Contoh Diagram Pastel
contoh statistik diagram pastel

Contoh Diagram Lambang
contoh statistik diagram lambang

Contoh Diagram Peta atau Kartogram
contoh statistik diagram peta kartogram

Contoh Diagram Titik
contoh statistik diagram titik

Pengolahan Data Statistik

Memeriksa Data (Editing)

Melakukan koreksi akurasi data yang telah dikumpulkan.

Pemberian Kode

Semua variable data klasifikasi, diberi kode, misal 1 untuk jenis kelamin pria, dan 2 untuk jenis kelamin wanita.

Penyusunan Data atau Tabulasi

Merupakan kegiatan pengelompokan data sedemikian rupa, agar mudah dijumlah, disusun, ditata untuk disajukan dan dianalisa. Proses tabulasi dapat dilakukan dengan cara: metode tally, menggunakan kartu, menggunakan komputer.

Proses pengolahan Rekam Medis

Perakitan (assembling) Rekam Medis

*     Rekam medis rawat jalan
*     Rekam medsi rawat inap
*     Rekam medis rawat inap kasus bedah
*     Rekam medis rawat inap kasus kebidanan
*     Rekam medis rawat inap kasus bayi lahir

Pemberian kode (Coding)

Kode penyakit menggunakan ICD-10. Kecepatan dan ketepatan pemberian kode suatu diagnosis sangat tergantung kemampuan tenaga medis dalam menetapkan diagnosis, tenaga rekam medis sebagai pemberi kode dan tenaga kesehatan lainnya.

Tabulasi (Indexing)

Tabulasi atau peng-indeks-an bisa dilakukan menggunakan kartu indeks atau komputerisasi, seperti indeks pasien, indeks penyakit atau diagnosis, indeks pemakaian obat, indeks dokter, indeks kematian, dan lain-lain.

Analisis Data Statistik

Analisa mutu rekam medis

*     Kuantitatif : pemeriksaan kelengkapan jumlah lembaran
*     Kualitatif : pemeriksaan kelengkapan pengisian

Analisa mortalitas

*     Net angka kematian (Net Death Rate - NDR)
*     Gross angka kematian (Gross Death Rate - GDR)
*     Angka kematian Obstetrik (Maternal Death Rate - MDR)

       misal :
              Jumlah total pasien meninggal = 5
              Jumlah pasien meningal < 48 jam = 2
              Jumlah pasien meninggal pasca aborsi = 1
              Jumlah pasien keluar pasca melahirkan = 70
              Jumlah pasien keluar = 400
       maka :
              NDR = ((5 - 2) / (400 - 2)) * 100% = 0,75%
              GDR = (4 / 400) * 100% = 1,25%
              MDR = (1 / 200) * 100% = 0,005%

*     Angka Kematian Bayi (Infant Death Rate)
*     Angka Kematian Neonates (Neonatal Death Rate)
*     Angka Kelahiran Mati (Fetal Death Rate)

       FDR = (intermediate + late death) / (jumlah bayi lahir hidup + intermediate + late date)
              intermediate death : usia kehamilan antara 20 miggu s/d 28 minggu.
              late death : usia kehamilan > 28 minggu

*     Angka Kematian Pasca Bedah Operasi (Post Operative Death Rate)

       PODR = Jumlah Kematian Pasca Bedah Operasi / Jumlah Pasien Bedah Operasi

*     Angka Kematien karena Anestesi (Anaesthesia Death Rate)

       ADR = jumlah Kematian karena Anestesi / Jumlah Pasien mendapat Anestesi

Pengolahan Data di Unit Rekam Medis

Pengolahan data pasien rawat jalan

*     Jumlah Pengunjung, dari unit pendaftaran pasien, terkelompok pengunjung baru dan lama.
*     Jumlah Kunjungan, dari unit pendaftaran pasien, terkelompok kunjungan baru dan lama.

Pengolahan data pasien rawat darurat

*     Jumlah Pengunjung.
*     Data Morbiditas pasien rawat darurat.

Pengolahan data pasien rawat inap

*     Data pasien rawat inap, dari sensus harian rawat inap, terkelompok dalam pasien awal bulan, pasien masuk, pasien keluar hidup, pasien keluar mati (48 jam dan lebih), jumlah lama dirawat, jumlah pasien akhir bulan dan jumlah hari perawatan.
*     Data Morbiditas pasien rawat inap
*     Data Pasien Bedah Operasi
*     Data Pasien Melahirkan

Pengolahan data penunjang medis

*     Data kegiatan radiologi, radiodiagnostik, radiotherapi, kedokteran nuklir dan pencitraan (imaging).
*     Data pemeriksaan laboratorium, patologi klinik, patologi anatomi dan toksikologi.
*     Data pelayanan khusus, EEG, EKG, hemodialisa, rehab medik, pungsi, dan lain-lain.
*     Data kegiatan farmasi, pengadaab stok barang, penulisan dan pelayanan resep.
*     Data kegiatan keluarga berencana.
*     Data kegiatan penyuluhan kesehatan.
*     Data kegiatan kesehatan gigi dan mulut.
*     Data kegiatan transfusi darah.
*     Data kegiatan kebidanan dan perinatologi.
*     Data kesehatan jiwa.
*     Data kunjungan rumah.
*     Data pendidikan dan latihan.
*     Data bedah mata.
*     Data penanganan penyalahgunaan napza.
*     Data kegiatan bayi tabung.
*     Data cara pembayaran.
*     Data kegiatan rujukan.

       Disampaikan contoh data sensus berikut ini.
              Pasien masuk               :   2.000 pasien
              Pasien keluar               :   1.500 pasien
              Pasien keluar hidup               :   1.000 pasien
              Pasien keluar mati kurang dari 46 jam   :   200 pasien
              Pasien keluar mati kasus kehamilan       :   50 pasien
              Pasien keluar hidup kasus kehamilan     :   200 pasien
              Kematian bayi lebih dari 28 hari       :   60 bayi
              Kematian bayi usia 0 - 28 hari       :   20 bayi
              Jumlah kelahiran bayi       :   250
              Jumlah lahir mati               :   30
              Pasien keluar usia 0 - 1 tahun       :   220 bayi

       Dari contoh data sensus, bagaimana angka mortalitas-nya?, maka angka mortalitas yang terjadi.
              CDR =   (500 / 1500) * 100
              NDR =   (300 / 1500) * 100
              MDR =   (50 / 250) * 100
              IDR =   (60 / 220) * 100
              FDR =   (30 / 250) * 100
              NDR =   (20 / 250) * 100

Angka Morbiditas (kesakitan)

Pengukuran angka kesakitan di masyarakat, relatif lebih sulit dibandingkan dengan pengukuran vital event, dan perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :
*     Jumlah orang yang menderita sakit.
*     Lama sakit berlangsung.
*     Jumlah orang yang pernah sakit.
*     Jumlah penduduk yang memiliki resiko tinggi tertular penyakit.

Cara mengukur angka morbiditas, yaitu :

Incidence Rate

Merupakan frekwensi penyakit baru yang berjangkit dalam masyarakat, di suatu tempat atau wilayah atau negara pada waktu tertentu.

      Incidence Rate = ( KB / PR ) * 1000

Keterangan :
      KB - Jumlah penderita penyakit tertentu (kasus baru)
      PR - Population at Risk atau Jumlah penduduk yang memiliki resiko tertular penyakit sama

Prevalence Rate

Merupakan frekwensi penyakit lama dan baru yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat atau wilayah atau negara pada waktu tertentu.

Prevalence rate ditentukan periode saat kejadian, misalnya :
*     Pada September 2001, maka disebut sebagai Point Prevalence Rate.
*     Jika 1 September 1991 s/d 31 Oktober 1991, maka disebut Periode Prevalence Rate.

      Prevalence Rate = (KS / PR) * 1000

Keterangan
      KS = Jumlah penderita (kasus baru dan lama) pada suatu saat atau periode tertentu.
      PR = Population at Risk atau Jumlah penduduk yang memiliki resiko tertular penyakit sama

Istilah dalam Data Statistik Rumah Sakit

Pengunjung adalah setiap kedatangan pasien ke rumah sakit, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kunjungan atau Attendance adalah setiap kedatangan pasien ke salah satu unit kerja rumah sakit, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Misalnya seorang pasien data ke rumah sakit, berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam, selanjutnya dipersilahkan periksa darah di Laboratorim, sebelum akhirnya dirujuk ke Poliklinik Penyakit Jantung.
      Artinya data statistik rekam medis dicatat sebagai berikut :
            Angka Pengunjung =   1
            Angka Kunjungan =   3
                  Kunjungan Poli Penyakit Dalam =   1
                  Kunjungan Laboratorium         =   1
                  Kunjungan Poli Jantung =   1

Pendaftaran Pasien atau Admission adalah proses resmi yang dialami seseorang, untuk diterima dan akan menerima pelayanan kesehatan rumah sakit.

Pasien Keluar atau Discharge adalah proses formal keluarnya seorang pasien rawat inap, setelah mendapatkan pelayanan kesehatan rumah sakit.

Tempat Tidur yang tersedia atau Bed Count atau Available Beds atau Bed Complement adalah jumlah tempat tidur yang tersedia, untuk siap dipergunakan sewaktu-waktu untuk pelayanan rawat inap. Jumlah ini merupakan jumlah bed terpakai dan jumlah bed kosong. 
Bassinet (tempat tidur khusus bayi baru lahir), dihitung terpisah dari tempat tidur biasa.
Tempat Tidur di Ruang Pemulihan (recovery room), Tempat Tidur di Ruang Persalinan, Tempat Tidur di Ruang Tindakan, tidak dihitung sebagai Tempat Tidur tersedia.

Pasien Rumah Sakit atau Hospital Patient adalah meliputi seluruh pasien rawat jalan dan pasien rawat inap.

Pengertian Rawat Inap

Pasien Rawat Inap atau Inpatient adalah seluruh pasien yang menggunakan fasilitas tempat tidur, untuk tujuan mendapatkan pelayanan kesehatan rumah sakit.

Pengertian Rawat Jalan

Pasien Rawat Jalan atau Outpatient adalah seluruh pasien yang tidak termasuk dalam pasien rawat inap.

Semoga bermanfaat.

New Links on MedlinePlus

No comments
How long do menopausal symptoms last in most women? Longer than you may think, according to a new study.
The researchers included more than 1,400 women involved in a national health survey on menopausal transition. All were between 42 and 52 years old at the start and reported frequent hot flashes and night sweats. The participants were followed for more than a decade, and the results showed that, on average, total duration of symptoms was 7.4 years.
medlineplus medical encyclopedia

Software Program SPBU

No comments
Bahasa program low-level berbasis kinerja digital input, dan assembler adalah salah satu bahasa pemrograman dalam kategori low level language, dipergunakan untuk berkomunikasi dan memberi perintah kepada komputer atau alat elektronik tertentu (digital input). Mengutip Wikipedia.org bahwa menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
*     Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
*     Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya [kode_mesin|MOV], SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
*     Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
*     Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb. Komputer dapat mengerti bahasa manusia itu diperlukan program compiler atau interpreter.
bahasa pemrograman dalam kategori low level language
Memperoleh kepercayaan memimpin divisi R&D (Research and Development), memaksa untuk kembali membongkar logika dalam menghadapi tantangan menghasilkan produk bermutu, tatanan logika selama ini terbentuk memang khusus menghadapi kebutuhan alur kinerja manajemen rumah sakit, dan kini dipaksa beralih memahami logika kinerja alat atau mesin. Sebelumnya menggunakan bahasa pemrograman high-level, kini harus mampu memahami bahasa pemrograman low-level yang hanya mengenal ON atau OFF (digital input) dari suatu alat atau mesin tertentu.

Tantangan menghasilkan produk software program bermutu berupa memenuhi keperluan SPBU, dengan inovasi berupa penyediaan fasilitas pembeli BBM melayani sendiri (swalayan - bayar dulu baru ambil bbm sesuai nilai bayar - nozle pompa berhenti keluarkan bbm secara otomatis), diberi nama proyek pekerjaan pengembangan aplikasi SPBU swalayan (development SPBU Self Service Application), dan sebagai pilot project dikhususkan hanya untuk kendaraan roda dua dulu.

Produk software program ini sudah tersedia di wilayah Indonesia Barat khususnya Jakarta, namun untuk wilayah Indonesia Timur belum ada, ilustrasi kronologi dapat dijelaskan dengan diawali pembeli BBM menyampaikan kebutuhannya kepada petugas SPBU yang telah dilengkapi alat cashier portable mobile (mesin kasir), petugas memilih salah satu pilihan harga pada menu pada layar touch screen, pembeli BBM membayar, dan selanjutnya menuju pompa nozle yang telah ditentukan dan mengisi tangki bbm. Sebagai resiko sosialisasi kedepan adalah mengantisipasi kondisi pembeli BBM yang belum membuka tangki BBM, tapi tangan sudah memegang nozle, atau bahkan telah menekan nozle dan tumpah.
programming

Tantangan software program aplikasi komputer ini terletak pada pemakaian touch-screen, kemudian dilanjutkan dengan sinyal output menuju local server (artinya ada tantangan komunikasi mesin kasir portable ke local server), local server ke alat kontrol (controller) yang tertanam di mesin tiket printer, controller bertugas mengontrol nozle pompa agar otomatis "hanya" mengeluarkan jumlah liter tertentu kemudian berhenti, selanjutnya apabila pembeli BBM ingin mencetak bukti pembelian, bisa tekan tombol di mesin tiket printer, untuk mencetak bukti transaksi pembelian BBM.

Software program aplikasi komputer SPBU Self Service Application, membutuhkan keahlian penguasaan bahasa pemrograman tingkat rendah (low-level programming language) agar dapat melakukan komunikasi antar alat, monitoring dan pekerjaan kontrol kinarja alat (controlling). Kebutuhan tenaga kerja bidang ini adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan elektronik dengan bekal pemahaman low-level programming.

Diluar sana sudah banyak yang merambah peluang pekerjaan pengembangan software program SPBU ini, bahkan dalam perkembangan tehnologi robotik terus menunjukkan geliat wujud nyata, dan Indonesia telah banyak menghasilkan karya bidang "aneh" ini, walaupun masih berjalan dengan silent (diam-diam), sangat hebat apabila pemerintah memberikan dorongan untuk produk inovasi berupa kemampuan kami untuk membuat alat otomatis pemantau pelanggaran lalu lintas, monitoring pengemudi kendaraan (semacam blackbox pesawat), peniadaan gerbang pintu tol (toll gate), peniadaan kasir di pusat perbelanjaan (artinya pengunjung mengisi kantong belanjaan dengan ragam keperluannya, dan kantong otomatis memberikan informasi kumulatif harga barang, kemudian saat memasuki area pembayaran dipersilahkan konfirmasi, selanjutnya nilai kartu member terdebet sesuai nilai belanja.

Untuk lebih mudah lagi ... bagaimana apabila kami mampu menghapus token listrik rumah Anda, diganti dengan fasilitas melalui handphone atau smartphone?, bayar rekening listrik via ATM, atau beli pulsa listrik masih harus naik kursi untuk memasukkan nomor kode pulsa?, bagaimana jika saat listrik padam karena kehabisan pulsa, cukup masukkan ID pelanggan dan nilai pulsa yang dibeli, begitu transaksi OK, listrik rumah Anda menyala kembali.

Mengantisipasi kebutuhan tentang catatan perkembangan penyakit pasien yang dapat dipantau oleh dokter dimanapun berada, merupakan ambisi kami untuk memberikan manfaat canggih memenuhi kebutuhan software program rumah sakit berwawasan global.

Bekerja ditengah kawula muda bertalenta masa depan, terkadang membuat iri hati tentang jaman saat muda dulu dimana teknologi masih sangat terbatas, majulah Indonesia, dan mari kita berusaha memahami dengan menyaksikan sasaran tujuan mengapa kami berusaha menggali potensi prospek bahasa program low-level berbasis kinerja digital input, yang dapat digambarkan dalam video dibawah ini.

Strategi Pemasaran Rumah Sakit

No comments

Strategi Pemasaran

Bisnis usaha jasa pelayanan kesehatan, jumlahnya semakin bertambah dan dipastikan terjadi persaingan ketat. Bagi pemenang tentu membekali diri menerapkan teknik strategi pemasaran pemenangan menjadi terbaik adalah komponen harus dan patut diperjuangkan.

strategi pemasaran
Diantara teknik strategi pemasaran rumah sakit, adalah merubah perangkap (hal menakutkan) menjadi peluang, tantangan, dan sekaligus prospek, antara lain :

Melupakan kegagalan

Basis pasar ditentukan permintaan dan persaingan, kondisi prospek masa datang tidak pernah sama dengan masa telah lalu. 

Menyikapi para pesaing

Memperlakukan pesaing sebagai rekan sejawat akan jauh lebih baik, ber-sinergi saling melengkapi. 

Kearifan lokal

Banyak ditemukan satu pasien ditunggui banyak kerabat dalam perawatan, bukan sebuah gangguan apalagi beban operasional, melainkan kesempatan peluang promosi efektif dan jauh lebih menguntungkan.

Penetapan harga

Acuan penetapan harga berwawasan memiliki nilai tambah, dengan prospek perhitungan biaya lebih rasional.

Ekspansi pasar

Tanpa mengabaikan sasaran pasar dan kemampuan rumah sakit, diperlukan persiapan dengan tambahan wawasan bahwa hasil tidak bisa dinikmati dalam waktu singkat, karena membutuhkan waktu proses.

Rekan bisnis

Intinya tidak malah menjadi beban rumah sakit, bisa perorangan, kelompok atau perusahaan, dengan manfaat pengembangan prospek masa datang.

Integritas

Jejak rekam bisnis tanpa ada riwayat merugikan pihak lain.

Pariwisata kesehatan

Beberapa penyakit memungkinkan untuk disinergikan dengan pariwisata, membangun paradigma mengurangi masyarakat Indonesia berobat keluar negeri (harus bisa lebih baik dari rumah sakit luar negeri), dan paradigma menarik pasien luar negeri untuk berobat di Indonesia (menunjukkan mutu lebih baik dari rumah sakit luar negeri).

Sarana Prasarana

Kecanggihan fasilitas alat kesehatan, tetap tidak mengurangi sisi pelayanan kesehatan secara manusiawi.

Manfaat Standarisasi Sistem Informasi Rumah Sakit

No comments

Standarisasi Software Rumah Sakit

Lingkup permasalahan standarisasi software rumah sakit, batasan cakupan permasalahan penyediaan fasilitas jasa pelayanan kesehatan masyarakat atau biasa dikelompokkan sebagai grup bisnis usaha jasa rumah sakit.

Tingkat kompleksitas permasalahan induk perusahaan dalam mengelola bisnis usaha dari seluruh anak cabang dengan lokasi geografis tersebar, diperlukan strategi jitu agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan secara terukur dengan akurasi kebenaran mendekati sempurna, dan hal ini merupakan pekerjaan tidak mudah, tidak murah, diperlukan strategi kebijakan agar menemukan manfaat efisiensi biaya dan efektifitas kinerja di semua level jabatan dari semua unit usaha.


standarisasi software rumah sakit
Seperti halnya permasalahan standarisasi operasional pada grup bisnis jasa retail (seperti Carrefour, Matahari, Gramedia, Indomart, Alfamart, Alfamidi, dan lain-lain), atau pada grup bisnis jasa perbankan (seperti BCA, BRI, Mandiri dan lain-lain), atau grup bisnis jasa perhotelan (seperti Hilton, Sheraton, Accor, Aston, Hyatt, dan lain-lain), atau grup bisnis jasa telekomunikasi (seperti telkom, indosat, XL, dan lain-lain), atau grup bisnis jasa transportasi (seperti lion, garuda, lorena, dan lain-lain), pertanggungjawaban pengelolaan bisnis usaha secara terukur, merupakan kewajiban mutlak harus tersedia, untuk mengukur prestasi jajaran manajemen pengelola bisnis usaha.

Kondisi pertanggungjawaban secara terukur, sangat ditentukan dengan adanya informasi data kinerja operasional di semua tingkat jajaran manajemen, sesuai bidang profesi pekerjaan semua sub unit kerja pada semua unit cabang bisnis usaha. Akurasi informasi data kinerja operasional, sangat ditentukan oleh alat bantu operasional atau biasa disebut software rumah sakit. Pemakaian software rumah sakit berbeda-beda, membuka peluang permasalahan pada saat harus dilakukan migrasi rekapitulasi ke induk perusahaan, setidaknya menghabiskan waktu kerja dan melanggar azas efektifitas kinerja perusahaan.

Keperluan standarisasi software rumah sakit merupakan kewajiban mutlak harus dimiliki induk perusahaan, terhadap semua cabang bisnis usaha dibawahnya, dan faktor krusial lain adalah tentang kepemilikan software tersebut, pengelolaan software yang masih memiliki ketergantungan peran vendor, merupakan kendala menggerogoti budget perusahaan. Menemukan sistem software rumah sakit memenuhi kebutuhan operasional bisnis usaha, tentu sangat tidak mudah, dan membangun software di internal perusahaan, tentu sangat tidak murah.

Dari semua induk grup jasa, terdapat banyak kesamaan kultur bisnis, terutama sub modul sistem informasi manajemen persediaan, dan sub modul sistem informasi keuangan, sementara sektor pelayanan lain jelas sangat berbeda. Keunikan tersendiri terdapat pada penyedia fasilitas pelayanan kesehatan bisnis usaha rumah sakit, selain mengandung semua unsur diatas, masih terdapat satu unsur berbeda dari grup jasa lain, yakni fasilitas sistem pengelolaan data medis. 

Dinamika kompleksitas permasalahan tertinggi, terdapat pada grup jasa penyedia fasilitas kesehatan masyarakat, karena fasilitas kebutuhan dasar kehidupan masyarakat, tidak pernah luput dari adanya perubahan kebijakan pemerintah, dan ketersediaan software rumah sakit dengan fleksibilitas tinggi terhadap antisipasi penyesuaian kebutuhan adanya perubahan kebijakan, merupakan penentu nilai kualitas software tersebut.

Standarisasi software rumah sakit di seluruh jajaran grup bisnis usaha rumah sakit, merupakan tolok ukur tersendiri bagi kualitas kinerja grup perusahaan, karena unsur kesamaan pemahaman terhadap permasalahan operasional, menjadi merata di semua level jajaran manajemen, sehingga pemecahan permasalahan dapat diselesaikan tanpa melanggar azas efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan dan merupakan penentu kualitas motor penggerak kinerja grup perusahaan. Semua persaingan - pemenangnya sangat ditentukan oleh pengemudi dan kualitas motor penggerak-nya.

2018 - Industri Kesehatan akan tembus Rp. 600 triliun

No comments
Analisa Frost & Sullivan, pada tahun 2018 bisnis bidang industri jasa pelayanan kesehatan di Indonesia, diperkirakan akan menembus angka $ 60 miliar, atau setara Rp. 600 triliun.
Belanja kesehatan akan terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan pasien untuk pelayanan kesehatan lebih baik", ungkap Hannah Nawi, Associate Director, Health Care Practice, Asia Pacific Frost & Sullivan.
industri pelayanan kesehatan
Seperti diketahui, di Indonesia, populasi penduduk berusia 28 tahun dan kelompok usia diatas 35 tahun di perkirakan akan tumbuh lebih cepat pada periode 2010 - 2014. Karena itu, pemerintah Indonesia bakal berusaha meningkatkan akses masyarakat terhadap jaminan pelayanan kesehatan, salah satunya melalui skema asuransi kesehatan, seperti Askes yang telah berubah menjadi BPJS Kesehatan, dan Jamsostek yang berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban institusi kesehatan pemerintah dengan keterbatasan sumber daya akibat peningkatan jumlah pasien.

Berkaca pada fakta di lapangan, industri kesehatan di Indonesia masih memiliki potensi sangat besar. Kondisi itu membuka peluang besar bagi para pemain baru untuk masuk ke industri pelayanan kesehatan ini, khususnya di industri rumah sakit. Selain rumah sakit, industri produk alat-alat kesehatan juga memiliki peluang sangat besar.

Apakah peluang besar tersebut, menarik minat Anda untuk ikut menjadi pemain industri pelayanan kesehatan?, tentu Anda membutuhkan rekan kerja dengan pengalaman panjang dalam memberikan masukan pengalaman bagaimana memulai berencana membangun industri rumah sakit baru, hingga mewujudkannya.

Mengenal IP Address

No comments
Sebuah komputer yang terhubung melalui jejaring koneksi antar komputer dalam suatu area tertentu, dipastikan memiliki identitas unik yang berfungsi sebagai pengenal diri yang berbeda antara satu komputer dengan komputer lainnya, dan identitas unik komputer tersebut dikenal sebagai IP Address, atau disebut sebagai Internet Protocol Address.

ipv4 address


Lingkup luas area jejaring koneksi, dapat mencakup hanya untuk internal sebuah unit kerja (LAN-Local Area Network), atau terkoneksi secara global biasa disebut jaringan internet, merupakan jejaring komputer terbesar, dengan kumpulan jutaan IP Address.

IP Address sebuah komputer terhubung dalam internet, memungkinan mengetahui lokasi komputer tersebut, memiliki kemiripan seperti alamat rumah. Saat ini ada dua jenis IP Address digunakan, yaitu IPv4 address dan IPv6 address.

ipv6 addressIPv4 menggunakan pengkodean 32 bit, namun karena perkembangan pertumbuhan pengguna internet semakin pesat, maka ketersediaan space IP Address jenis IPv4 semakin menipis, dan secara bertahap segera digantikan IP Address jenis IPv6 menggunakan pengkodean 128 bit.

Penampilan fisik IP Address diwakili kode angka biner terdiri satuan bit, telah diubah dalam bentuk desimal agar mudah dikenali, seperti jenis IPv4 address (101.78.89.109) dan jenis IPv6 address (2000:df8:0:234:0:239:3:58).

Semoga bermanfaat.

LIS - Laboratory Information System

No comments

Migrasi Sistem Data Base

Salah satu fasilitas software rumah sakit, adalah harus mampu melakukan komunikasi antar sistem data base, karena fasilitas migrasi sistem data base merupakan kebutuhan pokok operasional agar bisa mendukung tugas dan fungsi pelayanan.
Integrating HIS to LIS
Integrating HIS to LIS

Kebutuhan mendukung tugas fungsi pelayanan agar bisa memberikan kemudahan operator lapangan, dalam hal ini adalah para petugas unit kerja laboratorium.

Seperti diketahui bahwa software rumah sakit terpisah dengan software bawaan alat laborat, sangat merepotkan petugas laboratorium, manakala memasukan identitas kunjungan pasien pada dua sistem software berbeda.


Fasilitas rumah sakit menyediakan alat alat laboratorium berikut software aplikasi komputer menangani proses pemeriksaan bahan olah, diproses hingga hasil akhir berupa laporan hasil pemeriksaan bahan olah berupa darah, fases, urine, atau bahan lain diambil dari tubuh pasien.

Software aplikasi komputer laboratorium biasa dikenal sebagai Laboratory Information System (LIS), sementara software rumah sakit untuk membantu operasional harian secara keseluruhan, biasa dikenal sebagai Hospital Management Information System (HMIS), atau Hospital Information System (HIS).

Keduanya di Indonesia saat ini, dalam kondisi terpisah dan ditangani vendor berbeda pula, namun ada juga Hospital Management Information System sudah termasuk Laboratory Information System, namun biaya investasi pengadaan software seperti ini sangat mahal.

Keterpisahan dua software rumah sakit, tentunya menjadi problem masalah bagi petugas laboratorium, apabila harus melakukan dua kali input data kunjungan pasien yang sama, pada dua software rumah sakit yang berbeda, seperti ilustrasi berikut ini ;
*     Data kunjungan pasien sistem HIS, harus entry ulang pada sistem LIS, untuk keperluan hasil pemeriksanaan.
*     Hasil pemeriksaan sistem LIS, harus entry ulang pada sistem HIS, agar bisa diakses oleh unit kerja terkait yang membutuhkan data hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.
Untuk menjembatani kedua software rumah sakit tersebut, muncul kebutuhan baru proses migrasi antar sistem data base, dimana sistem LIS harus bisa membaca database HIS, sebaliknya sistem HIS harus bisa membaca database LIS, sehingga tercapai NIHIL faktor human error saat pelaksanaan.

Dalam pelaksanaan implementasi software rumah sakit, PT. Sysmex Indonesia (wilayah operasional Indonesia Timur bermarkas di Surabaya) sebagai vendor software LIS, dan merupakan pemasok alat instrumentasi hematologi, bersama marsonline sebagai vendor HIS, telah berhasil melakukan kerjasama menyediakan fasilitas migrasi antar sistem data base. Dengan demikian fasilitas migrasi database telah masuk status operasional sehingga tujuan NIHIL human error  tercapai.

"Sysmex is the world’s largest supplier of hematology instrumentation. We provide laboratory testing instruments and reagents, as well as after-sales support, to medical institutions in more than 160 countries around the world."

"Sysmex offers a broad range of diagnostic products in the hematology, hemostasis, urinalysis, chemistry and life science fields. These products are completed by an innovative suite of systemization and information technology solutions for healthcare organization".

Semoga bermanfaat.

Query SQL ke Excel lewat Visual Basic

No comments
Memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit, tidak sederhana dan tidak mudah, latar belakang kecanggihan sebuah sistem, apabila tidak bisa menjawab kebutuhan operasional, hanya berakhir menjadi tambahan beban berat bagi manajemen rumah sakit.

Pekerjaan implementasi software rumah sakit, harus mampu memahami alur kinerja kultur bisnis rumah sakit, tidak hanya sekedar memiliki kemampuan programming semata, melainkan harus mampu dalam rancang bangun sistem data base antisipasi kebutuhan jangka panjang operasional rumah sakit kelak kemudian hari.

Seperti diketahui secara umum bahwa fasilitas excel sangat fleksible memiliki fasilitas kemudahan dalam mengolah data transaksional menjadi format rekapitulasi kebutuhan sesaat bersifat mendadak, dan atau kebutuhan periodikal, menjadikan excel sebagai tumpuan fasilitas yang harus dikuasai oleh para pengolah data di unit back office, seperti unit kerja pengelola stok barang dan pengelola keuangan rumah sakit.

Suka atau tidak suka maka salah satu fasilitas software rumah sakit, harus menyediakan format output dalam bentuk file excel. Sebagai hal mengejutkan ternyata hasil keluaran atau output suatu query sql database agar langsung otomatis dalam format file excel, merupakan kesulitan tersendiri bagi para programmer database kawakan sekalipun.

Kalaupun ada fasilitas query sql dengan output format file excel, ternyata tidak otomatis hasil proses keluaran software rumah sakit, melainkan melalui tahap-tahap penanganan tersendiri diluar software rumah sakit. Artinya untuk menjadi format file excel., maka hasil query sql di copy paste ke worksheet excel, artinya ada tahapan manual sebelum menjadi output format file excel.

Materi berikut sedikit mengupas teknik output query sql langsung otomatis menghasilkan file format excel, dengan judul kolom dapat diatur oleh kemampuan hebat dari visual basic.

Sebagai programmer visual basic mengaktifkan component microsoft excel object library agar bisa menjadi reference programming, tentunya tidak ada kesulitan, dilanjutkan dengan menuliskan script programming, berikut ini :


query sql

Jadi intinya bahwa hasil query sql dimasukkan ke area array yang dipersiapkan ( besar kecilnya sangat tergantung kemampuan memory ), berikut dengan judul kolom masing-masing field yang disertakan dalam query sql.

Selanjutnya hasil query sql tersimpan sementara pada array dipindahkan ke object worksheet yang sebelumnya telah dipersiapkan.


visual basic

Pemasangan judul kolom, dengan kemampuan yang pernah kami buat sebanyak 110 kolom dengan jumlah record data operasional harian berkisar 7.000 sampai dengan 9.000 record atau baris, terbagi dalam beberapa jenis pelayanan rumah sakit bersangkutan.

Dengan diakhiri perintah program visual basic berikut ini, berupa object excel visible true, maka output atau keluaran data hasil query SQL bisa tampil dalam format file excel, sudah tertata rapi, lengkap dengan judul kolomnya.


visual basic 6.0

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.