Recent Posts

Manfaat Standarisasi Sistem Informasi Rumah Sakit

Lingkup permasalahan standarisasi sistem informasi rumah sakit, dengan batasan cakupan permasalahan pada induk perusahaan yang memiliki anak cabang perusahaan dengan bidang bisnis usaha penyediaan fasilitas jasa pelayanan kesehatan masyarakat atau biasa dikelompokkan sebagai grup bisnis usaha jasa rumah sakit.

Tingkat kompleksitas permasalahan induk perusahaan yang harus mengelola bisnis usaha dari seluruh anak cabang dengan lokasi geografis yang tersebar, diperlukan strategi jitu agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan secara terukur dengan akurasi kebenaran mendekati sempurna, dan hal ini merupakan pekerjaan tidak mudah, tidak murah, diperlukan banyak strategi kebijakan agar menemukan manfaat efisiensi biaya dan efektifitas kinerja yang seragam di semua level jabatan dari semua unit usaha.


manfaat standarisasi sistem informasi rumah sakit
Seperti halnya permasalahan standarisasi operasional pada grup bisnis jasa retail (seperti Carrefour, Matahari, Gramedia, Indomart, Alfamart, Alfamidi, dan lain-lain), atau pada grup bisnis jasa perbankan (seperti BCA, BRI, Mandiri dan lain-lain), atau grup bisnis jasa perhotelan (seperti Hilton, Sheraton, Accor, Aston, Hyatt, dan lain-lain), atau grup bisnis jasa telekomunikasi (seperti telkom, indosat, XL, dan lain-lain), atau grup bisnis jasa transportasi (seperti lion, garuda, lorena, dan lain-lain), pertanggungjawaban pengelolaan bisnis usaha secara terukur, merupakan kewajiban mutlak yang harus tersedia, untuk mengukur prestasi jajaran manajemen pengelola bisnis usaha.

Kondisi pertanggungjawaban secara terukur, sangat ditentukan dengan adanya informasi data kinerja operasional di semua tingkat jajaran manajemen, sesuai bidang profesi pekerjaan pada semua sub unit kerja pada semua unit cabang bisnis usaha. Akurasi informasi data kinerja operasional, sangat ditentukan oleh alat bantu operasional atau biasa disebut sistem aplikasi yang diberlakukan. Pemberlakuan pemakaian alat bantu operasional yang berbeda, dapat menimbulkan permasalahan pada saat harus dilakukan migrasi rekapitulasi ke induk perusahaan, setidaknya menghabiskan waktu kerja dan hal itu melanggar azas efektifitas kinerja perusahaan.

Keperluan standarisasi sistem aplikasi merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki induk perusahaan, terhadap semua cabang bisnis usaha yang dikelolanya, dan faktor krusial lain adalah tentang kepemilikan sistem aplikasi tersebut, pengelolaan sistem aplikasi yang masih memiliki ketergantungan pada vendor, merupakan kendala yang terus akan menggerogoti budget perusahaan. Menemukan sistem aplikasi yang cocok untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis usaha, tentu sangat tidak mudah, dan tantangan membangun sistem aplikasi di internal perusahaan, tentu sangat tidak murah.

Dari semua induk grup jasa yang ada, terdapat kesamaan hanya pada sub modul sistem informasi pengelolaan stok barang, hal lain adalah kemiripan pada sub modul sistem informasi keuangan, sementara untuk sektor pelayanan lain jelas sangat berbeda, Keunikan tersendiri bagi grup jasa penyedia fasilitas pelayanan kesehatan, atau grup jasa bisnis usaha rumah sakit, selain mengandung semua unsur diatas, masih terdapat satu unsur lain yang tidak dimiliki grup jasa lainnya, yakni unsur atau fasilitas pengelolaan data medis. 

Dinamika kompleksitas permasalahan tertinggi, terdapat pada grup jasa penyedia fasilitas kesehatan masyarakat, karena fasilitas kebutuhan dasar kehidupan masyarakat, tidak pernah luput dari adanya perubahan kebijakan pemerintah, dan ketersediaan alat bantu operasional dengan fleksibilitas penyesuaian kebutuhan operasional karena adanya perubahan kebijakan, merupakan penentu nilai kwalitas dari alat bantu operasional bisnis usaha tersebut.

Salah satu alat bantu operasional bisnis usaha penyedia fasilitas kesehatan masyarakat, adalah berupa sistem informasi rumah sakit. Standarisasi pemberlakuan sistem informasi rumah sakit di seluruh jajaran grup bisnis usaha rumah sakit, merupakan tolok ukur tersendiri bagi kwalitas kinerja grup perusahaan, karena unsur kesamaan pemahaman atas permasalahan operasional, terjadi merata di semua level jajaran manajemen di lapangan, sehingga pemecahan permasalahan dapat diselesaikan tanpa melanggar azas efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan.

Unsur utama standarisasi pengelolaan data operasional hingga menjadi informasi akurat, yang mengacu azas efisiensi dan efektifitas, merupakan penentu kwalitas motor penggerak kinerja grup perusahaan, dan semua persaingan ketat terhadap peluang besar yang tersedia, pemenangnya sangat ditentukan oleh pengemudi dan kwalitas motor penggeraknya.

2018 - Industri Kesehatan akan tembus Rp. 600 triliun

Analisa Frost & Sullivan, pada tahun 2018 bisnis bidang industri jasa pelayanan kesehatan di Indonesia, diperkirakan akan menembus angka $ 60 miliar, atau setara Rp. 600 triliun.
Belanja kesehatan akan terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan pasien untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik", ungkap Hannah Nawi, Associate Director, Health Care Practice, Asia Pacific Frost & Sullivan.
industri pelayanan kesehatan
Seperti diketahui, di Indonesia, populasi penduduk yang berusia 28 tahun dan kelompok usia diatas 35 tahun di perkirakan akan tumbuh lebih cepat pada periode 2010 - 2014. Karena itu, pemerintah Indonesia bakal berusaha untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jaminan pelayanan kesehatan, salah satunya dengan skema asuransi kesehatan, seperti Askes yang telah berubah menjadi BPJS Kesehatan, dan Jamsostek yang berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban institusi kesehatan pemerintah yang mengalami keterbatasan sumber daya akibat jumlah pasien yang meningkat.

Berkaca pada fakta yang ada di lapangan, industri kesehatan di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar. Kondisi itu membuka peluang besar bagi para pemain baru untuk masuk ke industri ini, khususnya di industri rumah sakit. Selain rumah sakit, alat-alat kesehatan yang telah mampu mengadopsi teknologi terkini, juga memiliki peluang yang sangat besar.

Apakah peluang besar tersebut, menarik minat Anda untuk ikut menjadi pemain didalamnya?, dan tentu Anda membutuhkan rekan kerja yang telah memiliki pengalaman panjang dalam memberikan pelayanan konsultasi, bagaimana memulai untuk berencana membangun industri rumah sakit baru, hingga mewujudkannya.

Mengenal lebih jauh tentang IP Address

Sebuah komputer yang terhubung melalui jejaring koneksi antar komputer dalam suatu area tertentu, dipastikan memiliki identitas unik yang berfungsi sebagai pengenal diri yang berbeda antara satu komputer dengan komputer lainnya, dan identitas unik komputer tersebut dikenal sebagai IP Address, atau disebut sebagai Internet Protocol Address.

ipv4 address


Lingkup luas area jejaring koneksi, dapat mencakup hanya untuk internal sebuah unit kerja (LAN-Local Area Network), atau terkoneksi secara global yang biasa disebut jaringan internet, yang merupakan jejaring komputer terbesar, dengan kumpulan jutaan IP Address yang digunakan.

IP Address sebuah komputer yang terhubung dalam internet, memungkinan komputer lain mengetahui lokasi komputer tersebut, memiliki kemiripan seperti alamat rumah. Saat ini ada dua jenis IP Address yang digunakan, yaitu IPv4 address dan IPv6 address.

ipv6 addressIPv4 menggunakan pengkodean 32 bit, namun karena perkembangan pertumbuhan pengguna internet semakin pesat, maka ketersediaan space IP Address jenis IPv4 semakin menipis, dan secara bertahap segera akan digantikan oleh IP Address jenis IPv6 yang menggunakan pengkodean 128 bit.

Penampilan fisik IP Address diwakili kode angka biner yang terdiri satuan bit, yang telah diubah dalam bentuk desimal agar mudah dikenali, seperti jenis IPv4 address (101.78.89.109) dan jenis IPv6 address (2000:df8:0:234:0:239:3:58).

LIS - Laboratory Information System

"Migrasi antar database LIS (Laboratory Information System) and HIS (hospital Information System).", Integrating HIS to LIS.

Salah satu fasilitas sebuah sistem informasi manajemen rumah sakit, adalah harus mampu melakukan komunikasi antar database, karena fasilitas tersebut merupakan kebutuhan pokok operasional agar bisa mendukung tugas dan fungsi pelayanan.
Integrating HIS to LIS
Integrating HIS to LIS

Kebutuhan untuk mendukung tugas dan fungsi pelayanan, salah satu diantaranya adalah agar bisa memberikan kemudahan bagi operator lapangan, dalam hal ini adalah para petugas unit kerja penunjang medis, yakni unit kerja laboratorium.

Sangat merepotkan apabila petugas laboratorium, harus melakukan pekerjaan berulang, manakala jika akan memberikan masukan tentang identitas kunjungan pasien, mereka harus melakukan hal yang sama untuk menjalankan sistem lain.


Didalam unit kerja laboratorium, secara umum dipastikan ada sistem informasi yang khusus menangani proses pemeriksaan bahan olah, untuk diproses hingga hasil akhir berupa laporan  hasil pemeriksaan bahan olah tadi, bahan olah tersebut bisa berupa darah, fases, urine, atau bahan lain yang diambil dari tubuh pasien.

Sistem aplikasi yang menyatu dengan mesin pemeriksaan pada unit kerja laboratorium ini, biasa dikenal sebagai Laboratory Information System (LIS), sementara sistem apllikasi yang biasa digunakan rumah sakit untuk membantu operasional harian secara keseluruhan, biasa dikenal sebagai Hospital Management Information System (HMIS), atau Hospital Information System (HIS).

Keduanya untuk di Indonesia saat ini, dalam kondisi terpisah dan ditangani oleh vendor yang berbeda pula, namun tersedia dipasar bahwa Hospital Management Information System yang didalamnya sudah terdapat Laboratory Information System, namun biaya untuk melakukan investasi pengadaannya sangat mahal.

Keterpisahan dua sistem aplikasi, tentunya akan menjadi problem masalah bagi para operator lapangan, dalam hal ini petugas laboratorium, apabila harus melakukan dua kali proses input data kunjungan pasien, pada dua sistem aplikasi yang berbeda tersebut, dan apabila dijabarkan keduanya adalah ;

  • Didalam HIS, sudah ada data kunjungan pasien, namun harus di entry ulang pada sistem LIS, agar data hasil pemeriksanaan dapat dilaksanakan.
  • Setelah proses pengolahan pada sistem LIS, data hasil pemeriksaan harus di entry ulang pada sistem HIS, agar bisa diakses oleh unit kerja terkait yang membutuhkan data hasil pemeriksaan tersebut.

Untuk menjembatani kedua sistem aplikasi tersebut, tentunya muncul kebutuhan baru untuk dilakukan proses migrasi antar database, dimana sistem LIS harus bisa membaca database HIS, demikian pula sebaliknya sistem aplikasi HIS, harus bisa membaca database LIS, sehingga tercapai NIHIL faktor human error saat pelaksanaannya.

Dalam pelaksanaannya, PT. Sysmex Indonesia (wilayah operasional Indonesia Timur yang bermarkas di Surabaya) sebagai vendor sistem LIS, dan merupakan pemasok terbesar di dunia instrumentasi hematologi, yang menyediakan alat uji laboratorium dan reagen, bersama dengan marsonline sebagai vendor HIS, telah berhasil melakukan kerjasama menyediakan fasilitas migrasi antar database LIS dan database HIS, dan dengan demikian fasilitas migrasi database, dapat dioperasionalkan sehingga tujuan akhir berupa NIHIL human error dapat tercapai.

Sebagai ilustrasi dari fasilitas tersebut adalah, bahwa sistem LIS mampu membaca data kunjungan pasien laboratorium, yang disediakan sistem HIS, dan setelah proses pengolahan bahan olah reagen, maka database hasil pemeriksaan LIS, mampu dibaca untuk dijadikan bahan laporan baik dalam bentuk tampilan layar ataupun dicetak, oleh sistem HIS.

"Sysmex is the world’s largest supplier of hematology instrumentation. We provide laboratory testing instruments and reagents, as well as after-sales support, to medical institutions in more than 160 countries around the world."

"Sysmex offers a broad range of diagnostic products in the hematology, hemostasis, urinalysis, chemistry and life science fields. These products are completed by an innovative suite of systemization and information technology solutions for healthcare organizations."


Semoga bermanfaat.
Delicious Save this on Delicious

Query SQL ke Excel lewat Visual Basic

relational database tutorial for beginners | Query SQL ke Excel lewat Visual Basic

Memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit, tidak sederhana dan tidak mudah, latar belakang kecanggihan sebuah sistem, apabila tidak bisa menjawab kebutuhan operasional, hanya berakhir menjadi sebuah beban dari para operator lapangan.

Pekerjaan implementasi sistem komputer pada sebuah institusi rumah sakit, harus mampu memahami alur kinerja yang berlaku, tidak sekedar memiliki kemampuan programming semata, melainkan juga harus mampu dalam rancang bangun database yang bisa memasok kebutuhan jangka panjang operasional rumah sakit, dan setidaknya juga harus mampu mengantisipasi munculnya kebutuhan baru kelak kemudian hari.

Seperti diketahui secara umum bahwa fasilitas excel yang fleksible terhadap beragam kemudahan dalam mengolah data transaksional menjadi beragam rekapitulasi dengan kebutuhan sesaat bersifat mendadak, dan atau kebutuhan periodikal, menjadikan excel sebagai tumpuan fasilitas yang harus dikuasai oleh para pengolah data di unit back office, seperti unit kerja pengelola stok barang dan pengelola keuangan rumah sakit.

Suka atau tidak suka maka sistem informasi rumah sakit, yang mampu menyediakan format output dalam bentuk file excel, menjadi sebuah tuntutan yang harus dapat dipenuhi.

Sebagai hal mengejutkan ternyata bahwa hasil keluaran atau output dari suatu query database sqlserver, yang langsung otomatis dalam format file excel, merupakan sebuah kesulitan tersendiri bagi para programmer database kawakan sekalipun.

Kalaupun ada query sql dengan output format file excel, ternyata tidak otomatis hasil proses keluaran, melainkan ada step penanganan tersendiri, hingga menjadi format file excel., dan atau hasil query sql di copy paste ke worksheet excel, yang artinya tetap harus ada tahapan sebelum menjadi format file excel.

Dari keterkejutan diatas, maka materi berikut sedikit mengupas tentang tehnik output query yang langsung otomatis menghasilkan file format excel, dengan judul kolom yang dapat diatur oleh kemampuan hebat dari visual basic.

Sebagai seorang programmer visual basic mengaktifkan component microsoft excel object library agar bisa menjadi reference programming, tentunya tidak ada kesulitan, dilanjutkan dengan menuliskan script programming, berikut ini :



Jadi intinya adalah bahwa hasil query dimasukkan ke area array yang dipersiapkan ( besar kecilnya sangat tergantung kemampuan memory ), berikut dengan judul kolom masing-masing field yang disertakan dalam query.

Selanjutnya hasil query yang tersimpan sementara pada array dipindahkan ke object worksheet yang sebelumnya telah dipersiapkan.



Pemasangan judul kolom, dengan kemampuan yang pernah kami buat sebanyak 110 kolom dengan jumlah record data operasional harian berkisar 7.000 sampai dengan 9.000 record atau baris, yang terbagi dalam beberapa jenis pelayanan yang tersedia di rumah sakit bersangkutan.

Dengan diakhiri perintah program visual basic berikut ini, berupa object excel visible true, maka output atau keluaran data hasil query SQL bisa tampil dalam format file excel, yang sudah tertata rapi, lengkap dengan judul kolomnya.



Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Emergency Response System

Materi judul yang diangkat kali ini, memang terlalu besar lingkup permasalahannya, dikarenakan banyak faktor ruang lingkup penanganan pelayanan kondisi darurat dari beragam suatu kasus bisa dikelompokkan sebagai kasus darurat yang memerlukan penanganan yang bersifat darurat.
emergency response system
emergency response system

Untuk memperkecil lingkup permasalahan kasus darurat, maka materi artikel kali ini hanya mengangkat persoalan penanganan pelayanan darurat dari unit kerja rawat darurat sebuah rumah sakit, agar manajemen rumah sakit memiliki ukuran target standar yang harus dicapai, agar efektifitas pelayanan rawat darurat rumah sakit bisa diukur.

Ketersediaan alat bantu yang bisa menghitung step by step penanganan pelayanan rawat darurat sangat dibutuhkan, untuk mengukur kinerja operasional sebuah unit kerja rawat darurat rumah sakit bersangkutan.

Alat bantu bisa berupa sub sistem dari sebuah modul operasional yang terpasang dan telah terintegrasi pada unit komputer dari unit kerja rawat darurat rumah sakit, catatan response time bisa diawali dari datangnya informasi tentang kondisi darurat, dan atau datangnya kunjungan pasien yang membutuhkan pelayanan darurat.

Secara sederhana dapat digambarkan, dengan kronologi dari jam, menit dan detik awal mulai datang informasi penanganan pelayanan rawat darurat, dilanjutkan dengan jam, menit, detik penanganan medik yang dilakukan oleh tim medik, dari kedua kondisi diatas akan diperoleh nilai waktu response time, berupa informasi berapa lama tingkat tanggap darurat dari tim medik didalam menanggapi sebuah kebutuhan pelayanan rawat darurat.


Setelah memperoleh penanganan medik, apabila tim medik membutuhkan pemeriksaan penunjang medik, maka akan diperoleh tingkat kebutuhan waktu, berupa berapa lama waktu yang dibutuhkan sejak penanganan medik dilakukan, hingga waktu melakukan order pemeriksaan penunjang medik.

Dari order pemeriksaan penunjang, hingga diperoleh hasil pemeriksaan penunjang medik, akan diperoleh tingkat kebutuhan waktu tim penunjang medik, didalam tugas fungsinya membantu menyediakan hasil akurat pemeriksaan, sebagai penunjang pelayanan rawat darurat.

Hasil pemeriksaan penunjang medik, menjadi landasan terbitnya diagnosis kondisi penyakit pasien, therapi medik dan tindakan medik lanjutan yang akan dilakukan oleh tim medik pelayanan rawat darurat.

Tindakan medik lanjutan tergantung diagnosis, therapi dari para operator penanganan pelayanan medik, apakah dilanjutkan dengan bedah operasi, atau masuk perawatan khusus atau masuk rawat inap, dan atau dinilai cukup dan dirujuk ke insitusi pelayanan medik yang lebih baik dan lengkap fasilitas sarana dan prasarananya, dan atau malah bisa dipulangkan, kesemuanya tergantung kasus dan kondisi pasien.

Kesimpulan emergency response time system, memberikan manfaat berupa informasi kinerja terukur dari sebuah unit kerja pelayanan rawat darurat rumah sakit, dan hal ini juga dapat diimplementasikan pada unit pelayanan rawat jalan, sehingga manajemen rumah sakit memiliki kontrol kinerja terukur dari dua unit kerja pelayanan medik, dua unit kerja yang merupakan ujung tombak pelayanan rumah sakit.


personal emergency response system
personal emergency response system
Sebagai kelengkapan dari Emergency Response System, diantaranya harus dilengkapi dengan panduan manual berupa standard operasional prosedur, yang harus telah dipahami oleh semua operator lapangan.

Saat ini telah populer tentang Personal Emergency Response System (PERS), yang mampu menghubungkan kasus darurat dengan informasi medik pasien bersangkutan, dan tentunya membutuhkan infrastruktur yang tidak mudah dan tidak murah, bagi sebuah rumah sakit yang ingin berinvestasi untuk menangkap peluang besar ini.

Contoh kasus diatas hanya dengan lingkup sebuah unit kerja rumah sakit, akan semakin meningkat kompleksitasnya apabila emergency response system, yang diimplementasikan untuk penanganan tanggap darurat yang dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya kejadian kebakaran atau bencana alam, yang tentunya akan melibatkan banyak institusi terkait, baik penanganan evakuasi, pengamanan wilayah bencana, dan penanganan sosial berikut dengan kebutuhan hidup dari para pengungsi.

Semoga bermanfaat.

Nano Satelit Indonesia

Manifesto Hacker (The Mentor),
nano satelit indonesia
The Mentor

Ini adalah dunia kami sekarang, dunianya elektron dan switch, keindahan sebuah baud. Kami mendayagunakan sebuah sistem yang telah ada tanpa membayar, yang bisa jadi biaya tersebut sangatlah murah. Jika tidak dijalankan dengan nafsu tamak mencari keuntungan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami menjelajah, dan kalian sebut kami kriminal, Kami mengejar pengetahuan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami hadir tanpa perbedaan warna kulit, kebangsaan, ataupun prasangka keagamaan, dan kalian sebut kami kriminal. Kalian membuat bom atom, kalian mengejar peperangan, kalian membunuh, berlaku curang, membohongi kami dan mencoba meyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami, tetap saja kami yang disebut kriminal.

Ya, aku memang kriminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku, Kejahatanku adalah menilai orang lain dari apa yang mereka katakan dan pikirkan, bukan pada penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak kalian maafkan. Aku memang seorang hacker, dan inilah manifesto saya. Kalian bisa saja menghentikanku, tetapi kalian tak mungkin menghentikan kami semua. Bagaimanapun juga, kami semua senasib seperjuangan.


hacker Indonesia di mata Dunia

Ketahuilah bahwa :

Proses hacking adalah bagaimana kita bisa menyusup ke dalam sistem orang lain, tetapi TIDAK MERUSAK atau melakukan perubahan. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan hacking tersebut, disebut sebagai hacker.

Sebaliknya, seseorang yang merusak sistem orang lain disebut sebagai cracker, sedangkan aktifitasnya dinamai cracking.
hacker Indonesia
hacker Indonesia

Berdasarkan RFC 1392, mengenai Internet User's Glosary. Definisi Hacker adalah : individu yang tertarik untuk mendalami secara khusus cara kerja suatu internal sistem, komputer dan jaringan. Sedangkan cracker adalah individu yang memaksa masuk ke suatu sistem secara sengaja tanpa izin dengan tujuan yang buruk.

Kedua istilah tersebut sering disalah artikan dan dianggap sama, padahal secara prinsip, hacking dan cracking jelas sangat berbeda.

RFC adalah Request for Comment, yaitu seri dokumen informasi dan standar internet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan dalam jaringan, internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix, Windows, dan Novell Netware. RFC kini diterbitkan di bawah arahan Internet Society (ISOC) dan badan-badan penyusun standar teknisnya, seperti Internet Engineering Task Force (IETF) atau Internet Research Task Force (IRTF).

Semua standar internet dan juga TCP/IP selalu dipublikasikan dalam RFC, meskipun tidak semua RFC mendefinisikan standar internet.

Semoga bermanfaat.

Bloggers | CIFOR Forests News Blog

Bloggers | CIFOR Forests News Blog

Kota Balikpapan sedang menghadapi paceklik air tawar bersih, beredar kabar apabila dalam 10 hari kedepan tidak turun hujan, maka PDAM kota Balikpapan tidak bisa mengalirkan air bersih kebutuhan warga kota Balikpapan dan sekitarnya.

Berita memprihatinkan ini seiring dengan beredarnya kabar terbakarnya area hutan di kilo 15 arah kota Samarinda, artinya terjadi ketidakharmonisan hubungan antara alam lingkungan dengan penghuninya.
global forest watch
global forest watch


Apakah sulit bersahabat dengan alam ?, dan ada berita yang nyaris tidak terdengar tentang telah ada teknologi baru, yang mampu menyediakan peta lebih baik untuk melindungi hutan Indonesia.

Teknologi baru ini, diberi nama Global Forest Watch (GFW), berupa wahana internet memanfaatkan citra satelit, data terbuka dan crowdsourcing, memungkinkan para pengguna untuk ikut memantau hutan dan menjejak deforestasi dimanapun di dunia, dan nyaris secara real-time, memungkinkan pengguna melihat dimana terjadi kehilangan area hutan, menetapkan batas konsesi sama pentingnya dalam menjamin akuntabilitas penebangan liar.

Alam adalah kita, pohon adalah kita, dan ketergantungan kita terhadap alam amat sangat tinggi, maka menjaga alam, sama dengan menjaga keselamatan kita bersama, dan dengan bantuan teknologi, diharapkan panggilan alam senantiasa dapat kita dengar, dan bersama menyatukan langkah untuk membantu alam, menemukan kekuatannya kembali untuk memberikan sumber daya kehidupan yang jauh lebih baik, agar kita bisa menikmatinya.


BPJS Kesehatan, SHBP dan marsonline

BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan terus membuka peluang kerjasama dengan semua rumah sakit, baik yang dikelola pemerintah atau swasta, dengan sasaran utama peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dengan biaya terjangkau untuk semua rakyat Indonesia, dan semua perusahaan wajib menggunakan BPJS Kesehatan sebagai penopang jaminan kesehatan bagi seluruh karyawannya.

Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP), telah menjadi rumah sakit rujukan utama di kota Balikpapan, dan telah menjadi rumah sakit swasta pertama, yang ikut menyukseskan program jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia umumnya, dan seluruh warga kota Balikpapan pada khususnya.
SHBP - siloam hospitals balikpapan
SHBP


marsonline telah melengkapi komponen modulnya dengan modul yang berlaku pada program BPJS Kesehatan, dengan penerapan dan pemberlakuan komponen tarif INACBGs, dan telah diimplementasikan untuk operasional harian pada Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP).

Model tarif INACBGs, telah ditentukan besaran nilainya tergantung dari jenis diagnosa dan prosedur penanganan atau prosedur tindakan terhadap beragam jenis penyakit pasien.

Tarif INACBGs, telah ditentukan besaran nilai dengan kelompok kelas perawatan, dan masing masing kelas perawatan, terdiri dari komponen nilai jasa medik dokter, nilai sewa ruang rawat, dan besaran nilai penunjang rawat, seperti obat, alat kesehatan, pemeriksaan laborat, radiologi, rehab medik.
Komponen Tarif INACBGs
Komponen Tarif INA CBGs

Pada tanggal 10 Oktober 2014, beberapa media cetak dan televisi di Kalimantan Timur dan salah satu TV swasta di kota Balikpapan, tepatnya BKV TV menyiarkan acara penandatanganan kerjasama dan telah resminya BPJS Kesehatan menggandeng Siloam Hospitals Balikpapan sebagai mitra kerja untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat, yang notabene sebelumnya terkesan mahal.

Dengan peresmian penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut, maka kini Siloam Hospitals Balikpapan, telah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang tersedia, diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat Balikpapan pada khususnya, dan Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Beberapa rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah, yang menjadikan Siloam Hospitals Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan, terlihat semua hadir pada acara tersebut.

Pelayanan operasional Siloam Hospitals Balikpapan, dari waktu ke waktu terus diperbaharui dengan penyediaan fasilitas yang jauh lebih baik, efisiensi dan efektifitas melalui komponen waktu tanggap (response time) yang dijadikan alat ukur kinerja semua unit pelaksana medik dan non medik, telah tersedia didalam sistem operasional harian, yang menjadi alat bantu utama dengan sasaran tujuan berupa pencapaian untuk menjadi rumah sakit rujukan yang terbaik, dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

marsonline sebagai salah satu wujud dari sistem informasi rumah sakit, telah membantu kinerja operasional rumah sakit ini, mulai dari awal pembukaan operasional pertama kali pada bulan Juni 2007, dan hingga kini telah selama lebih dari 7 tahun.

Sebagai sistem informasi rumah sakit, yang diberikan kepercayaan penuh untuk menjadi tulang punggung operasional harian, maka marsonline menyadari untuk terus memberikan kontribusi positif, agar faktor komponen utama operasinal terus senantiasa bisa diraih setiap hari, sehingga fokus utama para operator lapangan, hanya tertuju kepada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Faktor komponen utama operasional sebuah rumah sakit, terletak pada ketercapaian manfaat efisiensi biaya dan efektifitas kinerja operasional, dan semua harus dalam kondisi terukur, dan memiliki faktor kemudahan dan dengan pemahaman yang merata pada semua staf dan jajaran direksi Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP).

Masyarakat kota Balikpapan yang telah memiliki kartu jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan, sejak mulai hari senin tanggal 13 Oktober 2014, telah bisa menikmati semua fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP).

Semoga bermanfaat.

Tips Mengeluarkan Blog/Website dari Google Sandbox

Masa liburan telah berakhir, dan ada sesuatu yang kurang menggembirakan saat membuka webmaster blog yang menunjukkan grafik kunjungan blog yang semakin menurun.

Setelah mencari tahu tentang kondisi tersebut diatas, ternyata blog telah masuk kedalam jaring google sandbox ?, yang artinya google memdeteksi adanya sesuatu yang janggal dan dianggap sebagai sesuatu yang melanggar ketentuan, dan sebagai akibatnya blog dikeluarkan dari index search google, dan hal ini baru disadari pemilik blog setelah mengetahui grafik kunjungan yang menurun tersebut.

grafik kunjungan blog
grafik kunjungan blog
Sebagai pemilik blog, terkadang agak sulit memahami tentang bagian mana dari sebuah blog yang dianggap google sebagai sesuatu yang melanggar ketentuan, dan dalam hal ini, pemilik blog harus mampu melakukan diagnosa sendiri, dan harus bisa mengobati diri sendiri, menerka-nerka bagian mana yang melanggar ketentuan, dan berusaha untuk melakukan perbaikan, namun tanpa dasar kepastian, semua berdasarkan kemungkinan-kemungkinan.

Semoga pada masa datang google bisa memilah, bahwa suatu blog bisa dianggap melanggar ketentuan, apabila setelah diberikan teguran tentang bagian-bagian yang salah, namun tetap bandel tidak mau memperbaiki.

Kepada pemilik blog yang merasakan hal yang sama, dengan kesadaran untuk tetap memiliki tujuan untuk menampilkan artikel demi kebaikan bersama, tidak perlu khawatir, karena jika tujuan yang baik, dipastikan akan memperoleh jalan solusi yang baik pula.

Berikut dibawah ini, adalah link dari pemilik website digitalpoins.com yang memberikan tips yang baik, untuk check apakah blog atau website masuk dalam google sandbox, dan tips untuk dapat keluar dari permasalahan google sandbox ini. semoga bermanfaat

Tips Mengeluarkan Blog/Website dari Google Sandbox